Terus Ditekan Barat, Harita Nickel Tetap Bersaing di Pasar Internasional

Ekonomi338 Dilihat

Malutterkini.id- Tekanan ekonomi global terhadap Industri nikel indonesia terus terjadi secara masif.Meski demikian, PT Trimegah Bangun Persada (TBP) atau familiar disebut harita nickel masih tetap konsisten dan bertanggungjawab berkelanjutan dengan tetap transparan, akuntabel, dan patuh pada kerangka ESG global.

Dalam laporan berkelanjutan, Direktur Utama, Roy Arman Arfandy mengungkapkan bahwa perusahaan pertambangan nikel di Obi, Maluku Utara yang berorientasi ekspor masih bersaing di pasar internasional walaupun memiliki regulasi ketat.

Ketatnya regulasi pasar internasional ini dituntut kepatuhan penuh terhadap standar keberlanjutan dan ESG global.

Kemampuan tersebut, untuk
bersaing dan berkembang bergantung pada penyesuaian operasional dengan standar yang terus berubah, sekaligus
mempertahankan efisiensi dan keunggulan biaya.

Karena itu, PT TBP telah menerapkan nilai-nilai keberlanjutan di setiap aspek
usaha, dan memastikan bahwa kegiatan operasional tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan
dan masyarakat, tetapi juga mempertahankan stabilitas finansial.

Tak hanya itu, tetapi tata kelola tetap menjadi pilar fundamental dalam bisnis kami, memastikan kedisiplinan operasional, keselarasan dengan regulasi, serta ketangguhan dalam menghadapi dinamika industri yang terus berkembang.

Disamping itu, Tim Audit Internal dan Manajemen Risiko (IARM) perusahan yang familiar disebut harita nickel ini juga konsisten menerapkan praktik
terbaik serta menegakkan kebijakan tanpa toleransi terhadap ketidakpatuhan.

Bahkan sambung Roy Arman Arfandy,
Pihaknya berkomitmen untuk menjadikan PT TBP sebagai perusahaan pertambangan yang bertanggung jawab
dengan tetap transparan, akuntabel, dan patuh pada kerangka ESG global, seperti Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), RMI RMAP, sertifikasi ISO, serta kebijakan pemerintah Indonesia seperti PROPER dan SMK3/SMKP.

Disisi lain Pengelolaan lingkungan hidup merupakan salah satu fokus utama dalam operasional. dimana, dalam mengelola limbah, PT TBP dan anak perusahaannya terus mengembangkan proyek percontohan ekstraksi besi dari nikel tailing dengan memanfaatkan teknologi pengolahan tailing. Inisiatif ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi tambahan bagi operasional perusahaan, namun juga membantu mengurangi timbunan limbah.

Selain itu, Perusahaan yang bergerak di Industri nikel ini juga telah
menyelesaikan Landscape-level Nature Risk Assessment (LNRA) untuk memastikan kerangka kerja penggunaan lahan yang berkelanjutan dan pengembangan yang bertanggung jawab.

Sebab kata Roy Arman Arfandy,
Penilaian ini memberikan wawasan dalam pengambilan keputusan, sehingga pengelolaan dan pengembangan lahan
sejalan dengan kepatuhan regulasi, tujuan keberlanjutan, dan upaya konservasi.

Di 2024 misalnya, PT TBP terus mengembangkan inisiatif dekarbonisasi
untuk mengurangi emisi dan meningkatkan penggunaan energi berkelanjutan dalam kegiatan operasional.

Hal itu dilakukan dalam rangka memperkuat dekarbonisasi berbasis sains, kami bekerja sama dengan Climate Smart Ventures (CSV) untuk mengeksplorasi peta jalan transisi energi.

Sejalan dengan itu, TBP telah memiliki peta jalan transisi energi yang mencakup
berbagai inisiatif, seperti proyek solar rooftop berkapasitas 40 MW serta studi kelayakan pembangkit listrik tenaga uap yang memanfaatkan kelebihan panas.

“Inisiatif-inisiatif tersebut selaras dengan komitmen kami untuk mendukung pencapaian target dekarbonisasi nasional dan global,”Ujarnya.

Selanjutnya, selain pengelolaan emisi, harita nickel juga melakukan konservasi
keanekaragaman hayati yang menjadi bagian utama dari strategi
lingkungan.

Di Pulau Obi, tim spesialis kelautan yang telah bersertifikasi secara rutin melakukan pemantauan kesehatan terumbu karang dan suhu air laut guna meminimalkan dampak negatif ekologis yang mungkin terjadi.

Sementara di darat, terus mengembangkan program reklamasi dan revegetasi yang dirancang untuk mengembalikan fungsi tutupan lahan
sesuai dengan peruntukannya.(*)

Komentar