Kemenangan Pasangan JASRI-MUHLIS Harga Mati Bagi Warga Indong

Politik286 Dilihat

Malutterkini.id — Bakal Calon Bupati Halmahera Selatan, Jasri Usman, kembali menemui warga Indong, Kecamatan Mandioli Utara, Sabtu (21/9).

Pertemuan Bakal Calon Bupati, Jasri Usman dan warga Desa Indong didampingi Ketua tim Pemenangan, M Yunus Nazar, Tim Koaliasi Pemenangan Jasri-Muhlis, dan Anggota DPRD Terpilih dari Partai PKB dan Demokrat.

Dalam kesempatan itu, Jasri Usman menegaskan bahwa jabatan tak harus diwariskan. Sebab,  jabatan hanyalah amanat yang bersifat sementara harus dijalankan secara  jujur dan adil oleh setiap pemimpin tanpa membedakan suku, agama dan golongan.

“Jabatan, tak boleh mewariskan secara turun menurun dengan menutup ruang bagi pihak lain,”ucap Jasri dihadapan Warga Indong.

Putra Asli Galela ini kembali menegaskan sikap dan tekadnya bertarung pada kontestasi pilkada Halsel hanya karena keterpanggilan nurani.

Ia hadir sebagai putra Galela pertama yang mencalonkan diri pada pilkada Halsel saat ini.

“Sebagai putera asli Galela yang dibesarkan di Desa Kusubibi, enggan ketinggalan momentum politik kali ini. Saatnya putra Galela mengambil peran untuk keberlangsungan dan pemerataan pembangunan di bumi Saruma. Sebab itu dirinya memantapkan langkah berpasangan dengan Muhlis Jafar, sosok yang puluhan tahun menghabiskan waktu sebagai legislator Halmahera Selatan,”Kata Jasri.

Menurut Jasri, Pasangan yang mengusung tagline “JUARA” ini diyakini sebagai paket komplit karena kolaborasi pengalaman birokrat dan legislatif.

Disebut paket komplit lantaran Jasri berpengalman sebagai mantan Wali Kota Ternate periode 2019-2024, sedangkan Muhlis Jafar tercatat sudah 20 tahun duduk di kursi DPRD Halsel. Kolaborasi yang tak perlu diragukan lagi.

Sosok sederhana ini pun mengulas tagline “JUARA” yang berarti  jujur, unggul, adil, religius dan amanah.

Dua hal yang ditekankan Ketua DPW PKB Provinsi Malut, ini yakni seorang pemimpin setidaknya berlaku jujur terutama terhadap diri sendiri. Juga adil terhadap semua golongan, terutama dalam hal pembagian kue pembangunan di Halmahera Selatan.

Sementara Ketua Tim Pemenangan Jasri-Muhlis,  M.Yunus Najar, mengulas panjang lebar soal ketidakadilan pembagian kue pembangunan di Halmahera Selatan selama 15 tahun.

Politisi kawakan asal Pulau Obi itu mengisahkan perannya sebagai mantan anggota DPRD Halsel selama dua periode. Ia menjadi bagian dari semua itu, namun hasil di lapangan membuktikan jalan lingkar Pulau Makean hingga kini terabaikan. Demikian juga jalan lingkar Pulau Mandioli dan Kasiruta jauh dari sentuhan kekuasaan selama 15 tahun belakangan.

Dibanding usia singkat (2,6) tahun pemerintahan  Usman Sidik, yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa  (PKB) dan Partai Demokrat, berhasil menyulap wajah Kota Labuha berbeda dengan kota dan daerah lain di Maluku Utara.

Sedangkan, Sabtu Rijal warga setempat mengaku bangga terhadap bakal Calon Bupati Halsel Jasri Usman yang ikut bertarung pada Pilkada Halsel.

Ia menyatakan, Jasri Usman adalah orang baik dan jujur.

“Saya mengenal Jasri Usman semasa sekolah, Tsanawiyah dan Aliyah. beliau (Jasri red) orang baik,selalu peduli dan berkata jujur,”ujarnya.

Ia juga menegaskan, Kemenangan pasangan Jasri Muhlis adalah harga mati bagi warga  Indong.

“Kemenangan pasangan Jasri-Muhlis di Desa Indong adalah harga mati,”Tandasnya.(*)

Komentar