TALIABU– Proyek perbaikan Sistem Penyedia Air Minum (SPAM-IKK) dari karamat menuju pulau limbo,Kabupaten Pulau Taliabu, milik Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara Tahun 2023 terancam gagal.
Pasalnya, Proyek yang dikerjakan oleh PT. Dian Dhia Dalato dengan nilai kontrak Rp. 28.292.678.981,26 hingga kini belum ada tanda-tanda dimulainya pekerjaan. padahal kontrak pekerjaan dimulai sejak
Juni 2023.
Salah satu warga Desa Limbo yang tak mau publis namanya mengaku, sampai saat ini belum ada tanda-tanda pekerjaan Sistem Penyedia air bersih (SPAM-IKK).
“Belum ada tanda-tanda dimulainya pekerjaan perbaikan SPAM-IKK di desa limbo sehingga membuat kami khawatir,”kata Sumber itu.
Hal yang sama juga diutarakan Pj. Kepala Desa Limbo, Darwis Masuku. Ia mengatakan, sampai hari ini pekerjaan dari pihak rekanan belum juga nampak, hal ini muncul kekhawatiran warga atas gagalnya Proyek air bersih tersebut.
“Sampai sekarang belum ada progres sama sekali, di desa kami, belum ada aktifitas,”Ujar Kades Limbo.
Sekedar diketahui, pembangunan Sistem Penyedia air bersih (SPAM IKK) di Desa Limbo dibangun sejak tahun 2019. Proyek itu menelan anggaran APBN melalui Kementrian PUPR oleh Balai BPPW Provinsi Maluku Utara sebesar Rp.24.740.000.000. namun diduga karena perencanaan yang tidak matang sehingga proyek tersebut rusak pasca penyerahan 7 bulan berjalan.(*)










Komentar