Malutterkini.id, Labuha —Pemuda Solidaritas Merah Putih (PSMP) Maluku Utara, Mudasir Ishak mengapresiasi Bupati Halmahera Selatan, H.Usman Sidik yang mengungkap mafia perbankan PT Pembiayaan Rakyat Rakyat Syariah (BPRS) Saruma.
“Bagi kami langkah Bupati Bersih-Bersih mafia di bank BPRS Saruma itu sudah tepat dan itu harus diapresiasi,”kata Mudasir, kepada wartawan, Jum’at (9/06).
Ia menyebut, kepala daerah seperti ini dicontohi, karena tegas dan punya komitmen besar terhadap pemberantasan korupsi di daerah yang dipimpinnya.
“Ini hal positif yang patut kita dukung, seseorang yang berjiwa besar untuk membangun daerah harus dibarengi dengan pemberantasan tindak pidana kejahatan korupsi, bagi kami sudah tepat,”pungkasnya.
Sebagai Informasi, sejak didirikan Bank Saruma Sejahtera milik Halmahera Selatan, Pemkab Halsel terus memberikan investasi ke PT Pembiayaan Rakyat Rakyat Syariah (BPRS).
Data yang diperoleh dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun anggaran 2021 disebutkan Investasi Permanen Pemkab Halmahera Selatan ke Bank Saruma sampai dengan tahun 2015 nilai investasinya mencapai senilai Rp 4 miliar.
Tahun 2016 Pemkab gelontorkan investasi ke Bank Saruma senilai Rp 4,5 miliar
Tahun 2017 Pemkab serahkan investasi senilai Rp 1,5 miliar.
Tahun 2018 tidak ada investasi, namun di tahun 2019 Pemkab kembali berinvestasi senilai Rp 2 miliar.
Tahun 2020 Pemkab Halsel kembali menguras APBD senilai Rp 4 miliar diinvestasikan ke bank Saruma.
Tahun 2021 investasi Pemkab Halsel senilai Rp 2,2 miliar 50 juta.
Tahun 2023 Pemkab Halmahera Selatan kembali berinvestasi permanen senilai Rp 1,7 miliar.
Dalam LHP BPK terdapat adanya kerugian tahun 2021 total investasi permanen Pemkab Halmahera ke bank Saruma ini senilai Rp 18,2 miliar 50 juta. Tetapi di tahun 2023 Pemkab Halsel kembali gelontarkan dana ke bank Saruma senilai Rp 1,7 miliar.(Fj/Red)









Komentar