Malutterkini.id — Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Halmahera Selatan, Karima Nasaruddin diduga menebar ancaman ke pegawai yang membocorkan informasi Pemotongan TPP.
Ancaman itu dilayangkan ke Grup WhatsApp DP3AKB.
Dalam ancaman itu, Kadis DP3AKB Pegawai meminta pegawainya segara jujur atas bocoran informasi tersebut.
“Terimaksih atas donasi yang diberikan untuk palestina, berkahlah.untuk pemotongan TPP yang masih viral mengganas di medsos,saya minta kejujuran 6 orang yang dimaksud oleh wartawan itu (japri ke saya) sebelum saya lapor resmi ke Polres Halmahera Selatan untuk klarifikasi atas perintah Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba Tindak lanjuti masalah ini. Terimaksih,” demikian bunyi ancaman Kadis DP3AKB.
Merespon hal itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Halmahera Selatan, Karima Nasaruddin menyampaikan apabila internal dinas tidak selesai, dan nama saya di angkat terus, wajib saya membuat laporan di Polres Halsel.
“Laporan itu untuk memulihkan kembali nama baik saya, tapi bukan berarti saya mengatakan pak Bupati begini-begini nggak, Pak Bupati hanya menyuruh saya tindak lanjuti internal kantor,”tutup Karima saat disambangi wartawan, Selasa (17/6/2025).
Diketahui, Dinas P3AKB terdapat 4 Kepala Bidang, 6 Kepala seksi dan 40 Pegawai biasa. Pemotongan TPP dilakukan Kadis Karima untuk pegawai biasa dipotong sebesar Rp 249 000, dan Kepala Seksi Rp 600 000, sementara Kepala Bidang Rp 1.000 000.(*)









Komentar