Malutterkini.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Dana Alokasi Khusus (DAK) Pengadaan 2025.
Rapat koordinasi Dikbud yang
diikuti 14 Kepala Sekolah SMA dan 24 Kepala Sekolah SMK ini berlangsung di Muara Mall lantai 4, Senin (22/12/2025).
Kadikbud Abubakar Abdullah, dalam sambutannya, menekankan kepada para kepala sekolah terkait alat Ruang Praktik Siswa (RPS) yang sudah ada dapat digunakan untuk peningkatan kompetensi siswa melalui skill dalam keahlian masing-masing.
“Saya berharap kedepan siswa yang sudah lulus bisa memiliki kompetensi keahlian yang di butuhkan wirausaha dan dunia industri,” harapnya.
Sementara, Analis Kebijakan Ahli Muda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara, Hasanudin Ali, mengatakan terkait Rakor DAK pengadaan tahun 2025 untuk mengevaluasi penggunaan dan pemanfaatan alat serta uji fungsi alat.
“Memang dana ini menjadi penunjang untuk dak fisik yang sedang berjalan. Nah, dengan Rakor ini di buat untuk di panggil kepala-kepala sekolah yang penerima manfaat dari DAK itu untuk kita evaluasi, terkait dengan penggunaan dan pemanfaatan alat, dan uji fungsi alat, yang sudah sampai di sekolah-sekolah,” ucapnya.
Karena kata Hasanudin, dengan Dak tahun ini sebesar kisaran 19 Miliar ini, khusus Sekolah SMA diperuntuhkan untuk pengadaan buku, pengadaan alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan pengadaan alat laboratorium.
Selain itu lanjutnya, untuk sekolah SMK di perintahkan untuk pengadaan alat TIK, dan RPS. Jadi alat-alat ini merupakan alat-alat penunjang kompetensi keahlian di masing-masing SMK.
“Hal itu di adakan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Jadi sebelum diadakan, kita panggil kepala sekolah untuk mengajukan permohonan kebutuhan,” jelasnya.
“Jadi barangnya sudah sampai di sekolah masing-masing, baru kami melakukan rapat dengan mengundang kepala sekolah dan kepala jurusan untuk menanyakan tentang kebutuhan alat tersebut,”Pungkasnya.(*)










Komentar