Malutterkini.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara, meminta PT Priven Lestari tidak memaksakan aktivitas pertambangan di Pegunungan Wato-wato, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur.
Ketua DPD GMNI Maluku Utara, Arjun Onga menegaskan perusahaan wajib menghormati aspirasi masyarakat Buli.
karena masyarakat sekitar selama ini bergantung pada pegunungan Wato-wato sebagai sumber air dan ruang hidup.
Arjun menuturkan, investasi di Halmahera Timur harus menghormati hak masyarakat lokal. perusahaan tidak boleh mengabaikan penolakan warga terhadap aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.
“PT Priven Lestari harus mengakomodasi seluruh tuntutan masyarakat Buli sebagai pemilik sah negeri. Perusahaan jangan memaksakan kehendak tanpa mempertimbangkan keselamatan lingkungan dan masa depan masyarakat Halmahera Timur,” tegas Arjun, Selasa (26/5).
GMNI menilai, pegunungan Wato-wato memiliki peran penting bagi masyarakat pesisir Teluk Buli. sebab, kawasan itu menjadi penyangga sumber air dan kehidupan warga sekitar.
Karena itu, GMNI meminta pemerintah dan perusahaan meninjau secara serius setiap aktivitas yang berpotensi merusak kawasan tersebut.
Arjun kemballi menegaskan, DPD GMNI Maluku Utara akan mengambil langkah organisasi jika PT Priven Lestari tetap memaksakan operasi tambang.
“Jika perusahaan mengabaikan hak dan tuntutan masyarakat, kami akan melaporkan aktivitas PT Priven Lestari kepada pihak terkait. Kami juga bakal merekomendasikan persoalan ini ke DPP GMNI untuk ditindaklanjuti secara nasional,”Tegasnya.
DPD GMNI Maluku Utara juga meminta Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur tidak menutup mata terhadap aspirasi masyarakat Kecamatan Maba.
Selain itu, GMNI menegaskan pembangunan sektor pertambangan tidak boleh mengorbankan lingkungan, sumber air bersih, dan wilayah pangan masyarakat.
“Negara dan seluruh pemangku kepentingan harus hadir melindungi rakyat. Jangan sampai investasi mengorbankan hak hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan di Halmahera Timur,” Tandas Arjun. (*)










Komentar