Pemda Halmahera Selatan Diapresiasi Terselengaranya Festival Marabose

MALUTTERKINI.ID — Warga Desa Talimau, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan sangat kagum dengan adanya kegiatan Festival Marabose.

Pasalnya, kegiatan Festival tersebut dapat mengulas legenda atau cerita sejarah perjalanan Said Muhamad All Bakir Sultan Bacan yang hampir dilupakan oleh warga Masyarakat Halsel Umumnya dan Khususnya Masarakat Desa Talimau.

“Saya sangat Apresiasi kepada Pemda Halsel dan Para Kafilah Kesultanan Bacan dengan adanya Festival Marabose,”Ujar Fadila Suud Warga Desa Talimau saat ditemui Wartawan, kamis 1 Desember 2022.

Menurutnya, Ferstival marabose merupakan salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat khususnya masarakat halmahera selatan dan Umumnya Maluku Utara. Karena merasakan hikmanya yang sangat luar biasa. Salah satunya dengan adanya kegiatan penjemputan para kafila Kesultanan Bacan oleh sekaligus Muspika Pemda Halsel pada rabu 30 November kemarin.

Dalam rangka kegiatan ini, juga dapat mengingatkan kita pentingnya peradaban dan menguatkan sejarah perjalanan Napak Tilas atau yang di sebut hijranya Sultan Bacan dari desa Daori Tahane Pulau makian ke pulau bacan dan pernah melakukan persinggahan di desa talimau.

“Ini sangat memberikan pilosofi kusus cerita legenda buat generasi melenial, baik warga masarakat Halmahera Selatan maupun kami di desa talimau,”Ucapnya.

Olehnya itu sambung dia, kami sangat bangga karena di desa kami ternyata ada berkaitan sejarah Mamluk atau yang di sebut desa talimau juga dimuat dalam sejarah legenda sultan bacan menurut cerita hikayat Said Muhamat All Bakir yang tak laim adalah putra pertama dari Said Syeh Jafar Sadik dan putrinya Nur sifah.

“Menurut legenda sejarah Said Syeh Jafar Sadik merupakan seorang pemuda bangsawan Arab yang menikah dengan putri Nursafah dan mempunyai empat anak lelaki yang masing masing mempunyai wilayah kesultanan salah satunya putra tertua bernama Said Muhamad All Bakir yang memimpin dan menjadi Sultan Bacan, sementara ketiga saudara kandungnya memimpin dan menjadi Sultan Jailolo, Sultan Tidore dan ternate dan ini mempunyai filosofi terkuat yang dinamakan Moloku Kie Raha,”Pungkasnya.(*)

Komentar