Malutterkini.id – Sikap bungkam empat Anggota DPRD Halmahera Selatan daerah Pemilihan (Dapil) Makian-Kayoa (Makayoa) ditengah gencarnya isu Daerah Otonomi Baru (DOB) Makayoa mendapat kritikan pedas dari Aktivis muda asal Desa Orimakurunga, Reza A Syadik.
Empat Anggota DPRD Dapil Makaya Tersebut antara lain Muslim Hi. Rakib, Gufran Mahmud, Fadila Mahmud, dan Iwan Nan.
Keempat Wakil Rakyat itu seakan bisu
di tengah gonjang-ganjing polemik pro-kontra Daerah Otonomi Baru (DOB) Makean Kayoa yang ramai saat ini.apakah mereka mendukung DOB atau tidak, Publik berhak tahu.
“Saya menyayangkan sikap diam mereka di tengah riuhnya perdebatan publik,”Ungkap Reza.
Disisi lain Aktivitas Muda Makayoa yang berdomisili di Jakarta ini menyoroti Panitia DOB Makean- Kayoa yang baru dibentuk agar tidak hanya sibuk dalam kegiatan seremoni dan foto-foto di Warkop Kedai katu, tetapi segera membangun komunikasi politik dengan DPRD dan melakukan konsolidasi akar rumput di seluruh wilayah Makean dan Kayoa.
“Panitia yang sudah terbentuk harusnya bertanya langsung ke DPRD. Jangan hanya duduk manis. Perjuangan DOB bukan sekadar simbol, tapi kerja nyata. Libatkan tokoh adat, pemuda, aktivis mahasiswa, dan masyarakat di tiap desa Makean dan Kayoa,”ujar Reza.
Reza menekankan bahwa forum resmi sangat penting untuk membuka dasar pikir semua pihak dalam polemik pro dan kontra pemekaran.
Forum tersebut kata Reza, tidak sekadar wadah tukar pendapat, tetapi menjadi ruang klarifikasi dan pembuktian sejauh mana gagasan DOB ini memiliki pijakan sosial, politik, dan akademik.
“Tanpa forum terbuka, wacana hanya akan terus berputar dalam spekulasi di media online yang miskin substansi,”Semprot Reza.
Disamping itu reza mengingatkan bahwa tanpa kajian akademik yang solid dan kerangka pemekaran yang konkret, perjuangan DOB akan kehilangan legitimasi.
Reza kembali menegaskan, Ia menolak jika perjuangan DOB hanya menjadi proyek elitis yang digunakan sebagai alat pencitraan politik atau penggalangan anggaran berbasis kepentingan tertentu.
“Kami mendukung DOB Makean Kayoa, tapi bila murni semangat yang dibawa adalah soal ketertinggalan Pulau Makean dan Kayoa yang kerap menjadi korban janji pembangunan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. tidak ingin semangat DOB ini hanya menjadi alat pencitraan atau penggalangan anggaran. Jika serius, kami menantang berani tidak bentuk forum resmi yang melibatkan semua pihak, Jangan terus-menerus perang komentar di media soal pro atau kontra,”Tukas Reza.(*)








Komentar