FEB Unkhair Ternate Dorong Pantai Kastela Jadi Laboratorium Terbuka Pengaabdian Masyarakat Berbasis Lingkungan

Ternate105 Dilihat

Malutterkini.id– Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun (Unkhair) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat, Senin 12 Mei 2025.

Kegiatan yang berlangsung di bibir pantai Kastela Kecamatan Pulau Ternate ini
bertajuk “Edukasi Pariwisata Berkelanjutan bagi Pelaku Usaha Pariwisata di Pantai Kastela,” yang mengusung pendekatan holistik.

Aksi ini juga menyentuh langsung pelaku usaha kuliner, pengelola homestay, hingga komunitas pemuda setempat lantaran mereka diajak berdiskusi tentang pengelolaan sampah, pemetaan potensi wisata, hingga strategi operasional ramah lingkungan.

Dalam diskusi itu, semuanya dengan satu tujuan yakni menjadikan pariwisata Ternate tidak hanya memesona, tetapi juga lestari.

Dr. Marwan Man Soleman, SE., M.Si., Koordinator Prodi Manajemen Unkhair, sekaligus ketua pelaksana kegiatan, menyebut aksi ini sebagai refleksi dari kurikulum yang telah mengarusutamakan prinsip keberlanjutan.

“Kami mulai dari hal kecil, seperti tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai dan menggantinya dengan tumbler. Ini bukan sekadar simbol, tapi kebiasaan baru yang kami tanamkan sejak di bangku kuliah,”kata Dr. Marwan, Senin (12/5/2025).

Langkah ini kata Dr.Marwan, diperkuat oleh integrasi isu green management dalam karya ilmiah mahasiswa lintas konsentrasi, seperti Pemasaran, Keuangan, dan SDM.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya paham konsep, tapi juga membawa dampak melalui penelitian dan praktik lapangan,”Ujar Marwan.

Sementara Dekan FEB, Muhsin N. Bailussy, SE., M.Si., menegaskan pentingnya pelibatan seluruh unsur akademik dalam pelestarian lingkungan.

Muhsin juga menggagas Pantai Kastela sebagai laboratorium terbuka untuk pengabdian masyarakat berbasis lingkungan.

“Kami sedang merintis Unit Kegiatan Mahasiswa Pariwisata berfokus konservasi dan edukasi. Mahasiswa akan diajak menyelam, menanam mangrove, dan memelihara tanaman pesisir seperti pohon patah tulang,” jelasnya.

Dikesempatan yang sama, Dr. Sulfi Abdul Haji, SE., M.Si., dosen pengampu mata kuliah Pemasaran Pariwisata, menyampaikan urgensi edukasi berkelanjutan dalam pengelolaan destinasi wisata.

“Pantai Kastela bukan sekadar objek wisata. Ini adalah warisan ekologis dan budaya yang harus dirawat bersama,” katanya.

Menurutnya, dunia akademik memiliki tanggung jawab untuk menjembatani teori dan praktik lewat pendekatan kolaboratif yang memberdayakan.

“Suasana edukatif terasa menyatu dengan nuansa budaya lokal. Mahasiswa menampilkan tarian daerah sebagai penghormatan terhadap kearifan lokal, dan semua peserta sepakat untuk tidak menggunakan plastik selama kegiatan. Makan siang disajikan dalam tempat bekal pribadi, minum dari tumbler, dan sampah dipilah secara kolektif,”Bebernya.

Terpisah, Jeri Cahyadi Saputra, S.Ak., M.Si., dosen yang juga menjadi narasumber, menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta.

“Diskusi sangat hidup. Mahasiswa dan pelaku usaha menunjukkan komitmen luar biasa terhadap pariwisata yang inklusif dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Jeri berharap pendekatan ini bisa direplikasi di wilayah pariwisata lainnya, baik di Nusantara maupun mancanegara.

Diketahui, Ketua panitia kegiatan ini yakni M. Albasrah Bahrudin , pemateri dari luar, seperti Deddy Abdullah dari Dodoku Dive Center dan Syam Ardhy Dabi Dabi, S.Psi., M.Psi., dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.(*)

Komentar