Kapal Tongkang pengangkut Ore Nikel di Pulau Gebe Sering Tabrak Rumpon Nelayan

Halmahera Tengah429 Dilihat

Malutterkini.id, Weda — Para Nelayan di Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) keluhkan aktifitas kapal Tongkang pengangkut Ore Nikel dari Pulau Gebe, Gag dan Maba, yang melintasi wilayah perairan tangkap nelayan di Kecamatan Patani.

“Kapal Tongkang tersebut tidak hanya melewati wilayah perairan tangkap nelayan di kecamatan Patani saja, tetapi juga menabrak rumpong milik para nelayan pada bulan Mei 2023 lalu,”Jalil Salah satu Nelayan asal Kecamatan Patani, kepada wartawan, Senin (26/06).

Jalil meminta pemerintah mengambil langkah dalam mengatur litasan kapal tongkang pengangkut ore nikel dari Pulau Gebe, Gag dan Maba tersebut.

Kerena Menurut Jalil, terlebih khususnya lagi kapal tongkang pengangkut ore nikel dari Pulau Maba Kabupaten Haltim yang sering melintas membawa ore nikel ke perusahaan PT IWIP melewati wilayah perairan tangkap nelayan kecamatan patani yang sempat menabrak rumpong miliknya pada bulan Mei 2023 lalu.

“Atas kejadian tabrakan tersebut, rumpong kami mengalami kerusakan berupa, Tenaga surya, lampu rumah rakit dan aki, yang ditaksir mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp.10.000.000,- (sepuluh juta rupiah),” ujarnya.

Jalil bilang, dari pihak perusahaan jasa transportasi pengangkut ore nikel dari maba (Haltim) sampai dengan saat ini belum memiliki itikad dalam upaya ganti rugi atas kerusakan rumpong tersebut.
padahal dalam permasalahan tersebut, pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah telah melakukan rapat bersama pihak terkait melalui zoom bersama dinas Perikanan Provinsi Malut, instansi terkait dan pihak perusahaan.

“dalam rapat tersebut pemerintah Halteng telah memberikan ketegasan kepada Dinas Perhubungan Provinsi maluku utara dan instansi terkait untuk mengambil langkah konkret dalam menangani masalah lintasan jalur kapal tongkang pengangkut ore nikel, dan meminta kepada pihak perusahaan jasa transportasi laut agar keluar sejauh 12 Mil dari wilayah tangkap Nelayan,”Pungkansya.(Ade/Red)

Komentar