Malutterkini.id- Kondisi fiskal Maluku Utara di bawah Gubernur Sherly Tjoanda sangat buruk.
“Penurunan kualitas pengelolaan keuangan daerah telah mengonfirmasi kegagalan pemerintah provinsi Maluku Utara dalam memastikan keberlanjutan fiskal yang berkeadilan untuk rakyat,”Kata
Ketua PB-FORMMALUT, M. Reza A. Syadik,Senin 26 Oktober 2025.
Reza menuturkan kontradiksi antara klaim pembangunan dan realitas ekonomi daerah. Dimana, Proyeksi APBD merosot dari Rp3,3 triliun turun menjadi Rp2,7 triliun, konon dipicu defisit serta pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) hingga 25 persen. Padahal kata reza, pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2025 mencapai 32,09 persen, tertinggi secara nasional.
“Pertumbuhan tinggi tapi APBD ambruk. Ini hanya bedak statistik yang tak menyentuh kesejahteraan rakyat,” tegas Reza.
Ia lantas menilai Pemerintah Provinsi terlalu bergantung pada pemerintah pusat dan minim inovasi Pendapatan Asli Daerah, padahal dari sektor tambang menjadi penopang ekonomi nasional.
Reza juga menyoroti dugaan pelanggaran etik dan hukum atas jabatan ganda Gubernur Sherly Djuanda sebagai diduga sebagai komisaris perusahaan. Hal ini berpotensi melanggar, UU No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah Kepala daerah dilarang memiliki konflik kepentingan.
UU No. 19/2003 tentang BUMN Pejabat negara tidak boleh menjadi komisaris swasta tanpa penugasan resmi.
PB-FORMMALUT juga mempertanyakan diamnya Mendagri Tito Karnavian dalam menjalankan kewenangan pengawasan sebagaimana amanat UU.
“Jika Mendagri tak bertindak, sama halnya Tito Karmavian ikut melegalkan pelanggaran dan dapat merusak citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, apalagi pak prabowo tegas menyingung tambang ilegal yang di beking para jendral maupun actor elit nasional, ditambah lagi kerugian sektir tambang kita mencapai ratusan triliun dan tentunya pasti dong merugikan Negara,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi mestinya sudah harus menghentikan pencitraan dan fokus pada pemulihan fiskal yang berpihak pada rakyat.
“Masyarakat butuh bukti, bukan konten. Mengapa APBD jatuh saat tambang nikel panen cuan setiap hari?” tutupnya.(*)










Komentar