Malutterkini.id- Kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan gratifikasi kredit macet Bank BPRS Saruma, Kabupaten Halmahera Selatan, tahun 2022 dengan nilai kerugian Rp 15 miliar menjadi potret nyata problem penegakan hukum di Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan “tumpul”. Kasus Baca Selengkapnya
Bank BPRS
Lambat Tetapkan Tersangka, Kejari Halsel Diduga Masuk Angin Kasus BPRS
Malutterkini.id– Skandal dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Saruma Sejahtera Tahun 2020 Diduga kuat melibatkan banyak pihak. Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh mendiang Almarhum Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik. Dalam Kasus ini merugikan Baca Selengkapnya
Kejari Hasel Akui Dapat Tekanan Pihak Yang Terlibat Korupsi Bank BPRS
Malutterkini.id –– Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Selatan mengaku mendapat tekanan dari pihak yang terlibat skandal Korupsi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Saruma Sejahtera. “Pengusutan kasus BPRS para penyidikan mendapat tekanan dari para pihak,”Ungkap Kajari Halsel, Ahmad Patoni melalui Kasi Baca Selengkapnya
Kejari Halsel Tegaskan Usut Tuntas Kasus BPRS Saruma Sejahtera
Malutterkini.id — Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Selatan menegaskan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Saruma Sejahtera yang merugikan keuangan negara Rp 15 Miliar. “Terkait kasus BPRS akan dituntaskan, karena sudah ada calon tersangkanya,”kata Kajari Halsel, Baca Selengkapnya















