Malutterkini— Kepala Puskesmas (Kapus) Indari, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Baidawi Kamarullah Diduga melakukan tindak pidana Korupsi Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun 2023-2025 senilai Ratusan Juta Rupiah.
Pasalnya, sejumlah pegawai puskesmas Indari geram dengan sikap Kepala Puskesmas Indari yang dinilai tidak transparansi soal dana BOK sejak tahun 2023 hingga 2025.
Kepada wartawan, sejumlah pegawai puskes Indari mengatakan, dana BOK seharusnya di gunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan dasar dan peningkatan mutu layanan di tingkat Puskesmas, namun tidak dilakukan oleh Kapus Indari.
Tak hanya itu, pengelolaan dana BOK tahun anggaran 2023-2024 tidak disampaikan secara terbuka kepada staf, sebagaimana mestinya.
Bahkan Parahnya lagi, penggunaan dana untuk kegiatan promotif dan preventif serta operasional lapangan tidak pernah transparan, sebab cenderung tertutup.
“beberapa kegiatan penting tidak terlaksana maksimal karena tidak ada kejelasan soal ketersediaan anggaran, meskipun dana BOK secara rutin dikucurkan oleh pemerintah pusat ke daerah,”kata salah satu pegawai puskemas yang tak dipublis namanya, Rabu (04/06/2025).
Selain tidak transparansi dalam pengelolaan dana BOK, Kapus Indari sering menjalankan manajemen yang tidak inklusif, dimana,banyak keputusan strategis terkait kegiatan puskesmas yang diambil sepihak, tanpa melibatkan tim atau musyawarah internal Puskemas, beber pegawai puskemas.
Menanggapi hal itu, Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate Dr. Muamil Sunan Desak Kejari Halsel Ahmad Patoni SH. MH turun lapangan telusuri praktik dugaan Korupsi Dana BOK oleh Kapus Indari karena tidak di peruntukan kebutuhan puskesmas malah pribadi Kepala Puskesmas.
Muamil menegaskan, berdasarkan keterangan sejumlah pegawai puskesmas Indari yang telah di verifikasi sangat jelas terjadi praktik dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kapus Indari, Baidawi Kamarullah.
Untuk itu, Kejari Halsel Ahmad Patoni harus segera periksa Kapus Indari, untuk memastikan penggunaan anggaran BOK tepat sasaran.
Terkait hal itu, Kepala Puskesmas Bacan Barat, Baidawi Kamarullah masih dalam upaya konfirmasi wartawan, sehingga berita ini di publis belum ada keterangan darinya.(*)









Komentar