Apresiasi Semangat DPD Gerindra Usul DOB Galda, Irfan: Pemekaran Hanya Kepentingan Segelintir Orang

Halmahera Utara190 Dilihat

Malutterkini.id – Keputusan Rapat pimpinan daerah (Rapimda) DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang  merekomendasikan 4 Calon daerah otonomi baru (DOB) di Maluku Utara patut diapresiasi.

Keempat DOB diusulkan antara lain Kepulauan Obi, Wasilei, Galela-Loloda dan Kao Raya.

Meski demikian, semangat pemekaran yang telah didorong oleh partai penguasa itu tampaknya hanya dijadikan kepentingan segelintir orang.dimana,  terkesan sangat tidak akomodatif terhadap agenda pemekaran khususnya calon daerah otonom baru Galela-Loloda (Galda).

Irfan Abdurahim, Salah satu tokoh Pemuda Loloda Kepulauan, Irfan  menyampaikan apresiasi kepada DPD Gerindra Malut, sebab mendorong Galela-Loloda sebagai salah satu calon daerah otonom baru bersama tiga daerah lainnya.

Namun demikian, Irfan mengaku kecewa terhadap struktur tim pemekaran disusun oleh segelintir orang yang terkesan mengabaikan sumber daya manusia (SDM) Loloda.

“Calon DOB Galela-Loloda, tapi struktur hanya tertulis Tim pengurus DOB Galela saja, kemudian mulai dari dewan pembina seterusnya sampai divisi Humas dan publikasi itu dominasi perwakilan Galela lebih dari 80 persen,”Ujar Irfan.

Lebih lanjut kata Irfan, perwakilan Loloda hanya lebih dari 10 persen. Harusnya kan berimbang, dan harus ada pertemuan tim calon DOB galda pusatkan di Halmahera Utara, sehingga bisa melibatkan Bupati, Wakil Bupati dan Pimpinan DPRD Halut.

Putra Asli Loloda ini bilang baru pembentukan struktur tim pemekaran tidak ada keikhlasan dari teman-teman Galela, bagaimana nanti setelah Galela-Loloda resmi menjadi Daerah Otonom Baru (DOB).

“bicara pemekaran itu urusan daerah dan masyarakat, bukan urus arisan atau jojobo lalu kenal nama tinggal diisi, kemudian dalam proses nya hanya beberapa orang saja yang dilibatkan,”Semprot Irfan.

Soal pemekaran sambung Irfan, tidak hanya kemauan warga Galela, tetapi semua warga punya kepentingan termasuk warga Loloda. karena itu, tim pemekaran yang dibentuk juga harus adil dan akomodatif jangan terkesan pilih kasih dan lebih dominasi.

“Kita harus berkaca dengan Kabupaten Pulau Morotai, karena semangat yang tinggi dan satu visi sehingga pemekaran bisa terwujud. Galela-Loloda ini baru rencana saja tim pemekaran yang dibentuk sudah tidak akomodatif. Apalagi nama tim juga cuman Galela lalu buat apa bicara kepentingan yang Galela-Loloda,”Tukas Irfan. (*)

Komentar