Buntut Halangi Masa Aksi, IKB Makayoa Desak Bupati Bassam Copot Sekertaris PUPR dan Evaluasi Kadis

Malutterkini.id – Ikatan Keluarga Besar (IKB) Makayoa Halmahera Selatan mendesak Bupati Hasan Ali Basam Kasuba segera mencopot Sekertaris PUPR dan Evaluasi Kadis, Idham Pora.

Juru bicara IKB, Muhlas Jafar menyampaikan, desakan pencopotan Sekertaris dan Evaluasi Kadis PUPR lantaran berusaha menghadang masa aksi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang melakukan orasi di Halaman Kantor Dinas PUPR.

Selain menghalangi masa aksi, Sekertaris PUPR juga bertindak premanisme atau Intimidasi terhadap masa aksi, seolah ingin membungkam kebebasan berekspresi yang dijamin undang-undang.

IKB Makayoa menilai, tindakan ini sebagai bentuk premanisme birokrasi yang mencoreng nama baik institusi dan melecehkan hak konstitusional warga negara.

“Seorang pejabat publik bersikap seperti preman adalah tanda runtuhnya moral birokrasi,”Ucap Muhlas.

IKB Makayoa dengan tegas meminta Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, untuk segera mengambil langkah tegas copot Sekretaris Dinas PUPR dan mengevaluasi Kepala Dinas yang dianggap gagal menjaga integritas lembaga serta tidak mampu merespons aspirasi publik secara manusiawi dan profesional.

“Ada yang keliru jika pejabat seperti ini terus dipertahankan, jangan sampai rakyat menilai bahwa Bupati membiarkan gaya preman bertumbuh dalam lingkaran kekuasaan,” tambah Muhlas.

Muhlas menuturkan, aksi GMNI adalah wujud kegelisahan masyarakat Pulau Makian yang sudah terlalu lama menunggu kejelasan pembangunan jalan.

Ketika suara rakyat dibalas dengan intimidasi, maka pemerintah daerah sudah kehilangan arah sebagai pelayan masyarakat.

“IKB Makayoa menyerukan solidaritas publik untuk terus mengawal persoalan ini, dan memastikan bahwa birokrasi di Halmahera Selatan benar-benar dijalankan oleh orang-orang beretika, bukan oleh mereka yang gemar menyalahgunakan jabatan,”Tukas Muhlas.(*)

Komentar