Lapak di Gedung UMKM Milenial Kosong, Disperindagkop Halsel Buat Skema Tarik Pengunjung

Malutterkini.Id — Gedung UMKM Milenial yang digadang-gadang menjadi pusat promosi produk lokal Halmahera Selatan ternyata masih menghadapi sejumlah kendala.

Pasalnya, sejumlah lapak yang hingga kini masih kekosongan atau belum dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha.

Kepala Bidang UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Halmahera Selatan, Fani Djakaria, saat ditemui wartawan mengungkapkan penyebab utama kekosongan tersebut adalah rendahnya jumlah pengunjung serta tingginya tingkat persaingan usaha di kawasan sekitar gedung.

“Pada dasarnya, kami mengikuti perkembangan. Kondisi lapak yang kosong ini dipengaruhi oleh sepinya pengunjung dan persaingan yang ketat antar pelaku usaha di sekitar Gedung UMKM Milenial,” ujar Fani, Rabu (30/04/2025).

Fani menuturkan, gedung UMKM Milenial dibangun sebagai sarana promosi dan pemasaran produk-produk unggulan daerah, seperti gohu, sasimi, safalak, dan kerupuk kamplang. Namun hingga saat ini, arus kunjungan yang belum optimal membuat sejumlah pelaku usaha memilih mundur dan tidak melanjutkan aktivitas dagang mereka di lokasi tersebut.

Karena itu lanjut Fani, Disperindagkop tengah menyusun berbagai langkah pembenahan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan sistem keamanan dengan memasang rolling door di tiap lapak.

Hal ini kata Fani, bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pelaku usaha dalam menjalankan aktivitasnya.

Tak hanya soal keamanan, strategi atau skema khusus peningkatan daya tarik pengunjung juga menjadi fokus dinas. Untuk itu, dalam waktu dekat, Gedung UMKM Milenial akan menghadirkan hiburan seperti live music untuk menarik minat masyarakat.

“Ini sejalan dengan perhatian besar dari Pak Bupati terhadap sektor UMKM di Halsel. Kami berharap kehadiran live music dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung,” tambahnya.

Fani juga menekankan bahwa pemerintah daerah, khususnya Bupati Halmahera Selatan, memiliki komitmen kuat untuk mendukung pertumbuhan UMKM di tahun 2025.

Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui promosi produk-produk lokal, seperti sari pala, dodol pala, sirup pala, dan kerupuk kamplang. Produk ini kerap diperkenalkan kepada tamu dari luar daerah serta dalam kegiatan pameran dan promosi di berbagai wilayah.

Salah satu UMKM yang secara konsisten mendapat perhatian dan dukungan adalah UMKM Putri Bajo, yang dinilai aktif dan inovatif dalam mengembangkan produknya.

Meski demikian, Fani berharap para pelaku UMKM dapat lebih mandiri ke depannya dan tidak terlalu bergantung pada bantuan pemerintah.

Ia mencontohkan masyarakat dari luar daerah seperti etnis Bugis dan Jawa yang berhasil menjalankan usaha mereka secara mandiri.

“Kita harus mencontoh masyarakat dari luar daerah seperti Bugis dan Jawa yang banyak sukses walau minim bantuan. Kemandirian adalah kunci keberhasilan pelaku usaha,”Tukasnya.(*)

Komentar