Malutterkini.id — Reklamasi adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan setiap perusahaan tambang untuk menjaga kelestarian dampak perubahan alam paska kegiatan penambangan.
Kewajiban reklamasi atau penanaman pohon ini masuk dalam syarat izin Usaha Pertambangan (IUP), karena itu,Harita Nickel terus gencar melakukan reklamasi pada titik-titik kegiatan penambangan di pulau Obi.
Ketentuan tersebut tertuang dalam Undang-Undang No 3/2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.Pasal 39 UU No 3/2020 disebutkan izin usaha pertambangan (IUP) salah satunya memuat kewajiban melaksanakan reklamasi dan pasca tambang. Untuk itu, harita nickel pun terus mematuhi kewajiban tersebut.
Steffani Silferansti, Nursery Operation Foreman PT TBP menyampaikan bahwa
kawasan Pit komodo adalah salah satu areal reklamasi, untuk luas penanaman pohon periode tahun 2019 ada 11,83 hektare, namun secara keseluruhan 73,78 sesuai GPS sehingga total 201 hektare.
“Tahun namanya 2019 jadi sampai sekarang 2023 kurang lebih 5 tahun,”Ucap
Steffani ketika ditemui dilokasi Pit Komodo Kawasi Obi.
Langkah ini kata Steffani, sebagai bukti selain menambang, Harita Nickel (NCKL) pun fokus serta komitmen menjaga kelestarian lingkungan serta menimalisir dampak setelah kegiatan pertambangan.
“Jadi salah satu upaya reklamasi eks tambang perusahaan yang bernama Pit Komodo ini jika dibandingkan dengan keasliannya jauh lebih orginal dari reklamasi sehingga bisa dikatakan berhasil dalam kawasan hijau,”Jelas Steffani.
Steffani memaparkan, tanaman yang digunakan dalam proses reklamasi ini ada tanaman lokal atau andemik disini ada juga pioner.
Tanaman lokal diantaranya adalah Jabon merah, atau kayu pertukangan kelas dua, cemara laut, kayu putih, meranti, dan lainnya.
Untuk tanaman lokal digunakan referensi, mislanya dikawasi pulau obi ada sekian macam tanaman, itu yang diambil dan diperbanyak namun dibutuhkan tanaman yang cepat tambuh salah satunya pohon cemara karena menjadi naungan pohon lain.
“karena kita pake lensoil atau kliring maka kebanyakan tumbuh tanaman yang diluar yang ditanam atau tanaman bawan pohon merdu alami,”Jelasnya.(*)








Komentar