Malutterkini.id, Jakarta — Sentral Koalisi Anti Korupsi (SKAK) Maluku Utara di Jakarta menggelar aksi didepan gedung Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), Rabu (14/06/2023).
Masa aksi itu mendesak KPK agar memeriksa Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara, Daud Ismail atas dugaan korupsi pekerjaan peningkatan ruas Hotmix Tolabit-Teliwang-Kao, Halmahera Utara.
Dalam orasinya, Kordinator Aksi Reza A Syadik menyampaikan bahwa pekerjaan peningkatan jalan ruas Tolabit-Teliwang-Kao (hotmix) yang mana merupakan satu dari delapan proyek yang masuk dalam temuan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Tahun 2022.
“Proyek yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Maluku Utara yang dibiayai melalui pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) terdapat temuan fiisik,”Ungkap Reza.
Selain temuan fisik sambung Reza, ada juga terdapat denda keterlambatan senilai Rp 6.841.557.627.27 dan kekurangan volume Rp219.649.480,74- dari nilai kontrak Rp22.100.000.000- Bahkan temuan yang tidak sesuai spesifikasi sebesar Rp. 11.994.711.164.46
Olehnya itu, Reza mendesak KPK segera memeriksa Plt Kadis PUPR Daud Ismail yang kala itu menjabat
PPK pada pekerjaan peningkatan jalan ruas Tolabit-Teliwang-Kao (hotmix).
“KPK harus memanggil dan memeriksa Daud Ismail, sebab temuan proyek peningkatan jalan ruas Tolabit-Teliwang-Kao (hotmix) cukup fantastis,”Tegas Reza.(den/Red)










Komentar