Menko Marves ke KPK, Tangkap Pelaku Penyuludupan 5,3 Juta Ton Bijih Nikel ke China

Nasional124 Dilihat

Malutterkini.id, Jakarta  — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves),Luhut Binsar Pandjaitan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap pelaku
penyeludupan 5,3 juta ton bijih nickel ke Cina.

Luhut mengaku, ia mengetahui penyeludupan juta ton bijih nickel itu dari Ketua KPK, Firli Bahuri.

“Jadi saya tahu itu dari pak Firli,”Kata Luhut pada acara webinar di Gedung Juang KPK Merah Putih, Jakarta Selatan, Selasa (18/7).

Untuk mengusut sumbernya kata luhut, sebenarnya tidak susah, tinggal lacak
siapa yang menerima, siapa yang mengirim, kapalnya apa yang digunakan dan berangkatnya dari mana.

“Sebenarnya mudah saja, jadi KPK harus lacak dan tangkap pelakunya,”Ucap Luhut.

Selain itu Sambung Luhut, Pemerintah telah menyatuhkan karantina menjadi. Memang banyak yang tidak suka dengan karantina disatukan,tetapi untuk mengurangi kebocoran harus dilakukan agar terpusat.

“Alhamdulillah sekarang sudah dilakukan, mudah-mudahan karantina terpusat itu segara selesai agar mengurangi kebocoran,”jelasnya.

Luhut menuturkan, Negara kita ini negara kepulauan tersebsar di dunia, dibatam saja kita sudah mengurangi pelabuhan-pelabuhan kecil.

“pelabuhan pelabuhan kecil itu tempat terjadi penyuludupan,”Pungkasnya.

Diketahui, Sebelumnya KPK telah merilis cina melakukan impor biji nikel sebanyak 5,3 ton dari Indonesia sejak 2020 hingga Juni 2022.

Pada 2020, China menerima impor ore nikel sebesar 3.393.251.356 kilogram.

Pada 2021, China kembali mengimpor 839.161.249 kilogram, dan 1.085.675.336 kilogram pada 2022.

Jika dijumlahkan, total ekspor ilegal ore nikel dari Indonesia ke China mencapai 5.318.087.941 atau 5,3 ton

Pada 2020 terdapat selisih nilai ekspor sebesar Rp 8.640.774.767.712,11 (Rp 8,6 triliun). Sementara itu, pada 2021 ada selisih nilai ekspor sebesar Rp 2.730.539.323.778,94 (Rp 2,7 triliun).

Pada 2022, tepatnya dari Januari sampai Juni 2022, ada selisih nilai ekspor mencapai Rp 3.152.224.595.488,55 (Rp 3,1 triliun).

Merujuk data tersebut, dari periode 2020 hingga Juni 2022 ini secara keseluruhan ada selisih nilai ekspor ore nikel mencapai Rp 14.513.538.686.979,60 (Rp 14,5 triliun).(Eza/Red)

Komentar