Malutterkini.id — Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Laluin Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Ikra Mahmud diduga menggelapkan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Senilai Ratusan Juta Selama Tahun 2024-2025. Hal ini disampaikan Salah satu pegawai puskesmas yang tak mau dipublis namanya, Rabu (21/5/2025).
Dia menyatakan, praktik dugaan menipulasi laporan keuangan yang setting oleh Kapus Ikra Mahmud sudah berlangsung lama.padahal Dana BOK tersebut seharusnya digunakan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan di tingkat Puskesmas.
Praktik Kejahatan ini kata dia, pernah diadukan ke pihak berwajib, namun laporan tersebut enggan di tindaklanjuti.
“Ulah Kapus ini membuat kami frustasi karna tidak dihargai selaku pegawai Puskesmas,”Ungkap Sumber itu.
Tidak hanya itu, Kapus Ikra Mahmud juga sering tebar ancaman ke Pegawai lantaran menganggap dibeck’up oleh Wakil Bupati, Helmi Umar Mukhsin.
“Kapus Ikra Mahmud sering mengeluarkan stegmen berbunyi “orang belakangnya Wakil Bupati Umar Muksin,” jadi tidak takut,”Ucap Sumber itu meniru perkataan Kapus.
Menurutnya, Sikap kapus yang menebar ancaman ini agar pegawai tidak bersuara atas dugaan menipulasi Laporan.
“Banyak pegawai yang merasa takut bersuara, namun di sisi lain, mereka tak bisa menahan rasa kecewa atas ketidakadilan yang terus berlangsung,”Tukas dia seraya berharap pihak Aparat Penegak Hukum (APH) Baik Polisi maupun kejaksaan mengusut tuntas dugaan penggelapan dana BOK, serta pemotongan honor tenaga kesehatan dan pemegang program.
Terkait hal itu, Bendahara puskesmas Laluin Kayoa Selatan saat di konfirmasi melalui WhatsApp tidak menjawab sembari mempersilahkan waratwan konfirmasi langsung ke Kapus.
“Saya Now Coment, “lansung konfirmasi saja dengan Kapus,”singkat Bendahara.
Sementara, Kapus Ikra Mahmud masih dalam upaya konfirmasi wartawan. (*)









Komentar