Malutterkini.id — Publik Maluku Utara kembali digegerkan oleh ulah kontroversial anggota DPRD Halmahera Selatan (Halsel) dari Fraksi PDI-P, Masdar Mansur.
Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, Masdar menuliskan kalimat bernada kasar: “Yang mau DPR dibubarkan itu orang goblok.” Pernyataan ini langsung menuai kecaman luas, termasuk dari Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara Jabodetabek (PB-FORMMALUT).
Ketua Umum PB-FORMMALUT, M. Reza A. Syadik, menilai pernyataan Masdar sangat tidak pantas dan mencederai marwah partai. Ia menegaskan, di tengah kondisi politik nasional yang sedang panas akibat kontroversi di parlemen, seorang wakil rakyat seharusnya menjaga sikap.
“Publik sudah lama kecewa dengan perilaku wakil rakyat yang sering abai terhadap jeritan masyarakat. Ucapan Sahroni di DPR-RI dengan nada ‘tolol’ saja berujung nonaktif. Ini harus jadi pelajaran, termasuk bagi Masdar Mansur,” tegas Reza dalam keterangan persnya, Selasa (3/9/2025).
Menurutnya, kritik masyarakat terhadap DPR, baik melalui tulisan maupun demonstrasi, adalah bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin undang-undang. Karena itu, tidak semestinya dijawab dengan kata-kata merendahkan.
“Rakyat berhak menyampaikan kritik. Platform pembubaran DPR itu wujud ekspresi kekecewaan. Ingat, kedaulatan ada di tangan rakyat, bukan politisi,” ujarnya.
Reza menambahkan, DPD PDIP Maluku Utara wajib turun tangan dengan memberi sanksi tegas, bahkan hingga mempertimbangkan langkah nonaktif.
“Kalau Sahroni di DPR-RI bisa dinonaktifkan oleh partainya, DPP PDIP juga harus bersikap sama terhadap Masdar. Jangan biarkan perilaku seperti ini merusak citra partai,” katanya.
PB-FORMMALUT memastikan akan menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPP PDIP Jakarta. Mereka mendesak Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, segera mengambil langkah tegas.
“Demi menjaga marwah partai dan kepercayaan rakyat, politisi yang sudah memicu kemarahan publik seperti Masdar Mansur harus diberhentikan,” pungkas Reza. (*)









Komentar