MALUTTERKINI.ID — Ismail seorang kakek asal obi anggai, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan kecewa dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha.
“Saya sangat kecewa lantaran membawa istri bernama Wadaima (59) tahun berobat pada 17 Juli 2024, namun ditolak pihak RSUD,”ucap Ismail kepada wartawan, Senin (22/7/2024) dengan nada sedih.
Pria berusia 58 tahun ini mengungkapkan bahwa ia bersama Isterinya datang dari jauh-jauh dari obi untuk berobat ke RSUD Labuha, tetapi ditolak dengan alasan tidak ada surat rujukan.
“Kami tidak dilayani karena harus ada surat rujukan, sementara istri saya lemas dan tak berdaya,”ucapnya.
Mestinya kata dia, harus dilayani terlebih dahulu, setelah itu barulah surat rujukan menyusul, tetapi ini tidak dilakukan malah menjelaskan soal surat rujukan dan biaya pengobatan.
“Dari RSUD bilang kalau datang berobat harus ada rujukan kalau tidak ada surat tidak dilayani, karena kalau pemeriksaan darah atau tahapan medis harganya sangat mahal,”Bebernya.
Mendengar penjelasan pihak RSUD, ia langsung membawa istrinya ke Puskesmas Babang setelah itu langsung pulang ke Rumah.
Sebagai informasi, pasien yang diduga ditolak RSUD Labuha sementara kritis dan hanya diatas tempat tidur dengan keadaan lemah tak berdaya di Rumah salah satu keluarganya Desa Wayamiga jalan Lemon Manis Kecamatan Bacan timur.
Terkait hal itu, pihak Manajemen RSUD Labuha masih dalam upaya konfirmasi wartawan.(*)








Komentar