Terus Dibohongi Pemkab Halsel, Pemilik Lahan Ancam Boikot Landasan Pacu Bandara Oesman Sadik

Malutterkini.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera, Diminta segara membayar lahan warga Mandaong yang gunakan dalam pembangunan Bandara Oesman Sadik Labuha.

Pasalnya, lahan warga seluar 3,35 hektar yang digunakan kepentingan pembangunan Bandara Oesman ini belum dibayar oleh Pemerintah Halsel sejak kepemimpinan Bupati Bahrain Kasuba hingga Hasan Ali Bassam Kasuba.

Musa Lauri Pemilik lahan ditemui wartawan mengaku lahan yang digunakan pemda halsel untuk kepentingan Bandara Oesman Sadik hingga saat ini belum dibayar.

Ia mengaku kecewa dengan sikap Pemda menggunakan lahan miliknya tanpa penjelasan atau titik terang penylesaian.

“Jadi lahan kami seluas 3,35 hektar digunakan untuk Bandara Oesman Sadik masih di pemerintahan Bupati Bahrain Kasuba, dan lanjut Bassam Kasuba ini belum juga dibayar,”Ucap Musa,kamis (22/05/2024).

Dia menuturkan, pihaknya bersama keluarga sudah melakukan pencegahan. bahkan, Pemalangan sering dilakukan agar tidak ada aktivitas di lahan tersebut sebelum ganti rugi atau bayar lahan.
tegapi nyatanya masih saja beraktivitas.

Parahnya lagi, pihak otoritas Bandara Oesman Sadik secara diam-diam pasang landasan pacu di pertengahan lahan milik kami.

“Sudah cukup lama kami sekeluarga dibohongi Pemda, gunakan lahan milik kami sebagai Aset Daerah tapi yang mati-matian membayar pajak adalah kami, keluh Musa.

Musa bersama keluarga juga mengancam akan mencabutnya dan merusak fasilitas Bandara Oesman Sadik, karena mengunakan lahan tanpa koordinasi kami sebagai pemilik.

“Apabila, tidak ada itikad baik dari pemda, maka jangan salahkan kami bertindak keras, memboikot Bandara Oesman Sadik demi mempertahankan hak kami,”Tegas Musa.

Terkait hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Bagian Asset Pemkab Halsel masih dalam upaya konfirmasi wartawan, begitu juga pihak Otoritas Bandara Oesman Sadik.(*)

Komentar