Malutterkini.id, Labuha — Tumpahan Feronikel milik PT Wanatiara Persada beberapa waktu lalu di pulau obi mendapat respon cepat dari lembaga legislatif dan Eksekutif.
Dalam keterangan Plt Kadis DLH Halsel, Samsu Abubakar menyampaikan bahwa Tim telah melakukan Investigasi atas tumpahan ferronikel. Bahkan Dirjen Gakum RI serta DLH Maluku Utara pun turut menginvestigasi kejadian tersebut.
“Hasil investigasi itu telah mengirim sampel ke Laboratorium Sulawesi Utara (Manado) untuk di uji, jika terbukti terjadi pencemaran lingkungan, maka Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Wanatiara dapat di cabut oleh Dirjen Gakum Kementerian Lingkungan Hidup sebagai tindak lanjut penegakan hukum,”Ucap Kadis DLH.
Sementara Ketua Komisi III DPRD Halsel dalam keteranganya berharap ke pemerintahan pusat agar dapat mengambil langkah tegas terhadap PT Wanatiara jika hasil investigasi menunjukkan adanya pencemaran lingkungan.
Merespon hal tersebut, Penggiat Lingkungan Pulau Obi, Darwan Abdul Hasan, S. I. Kom, akhirnya angkat bicara.
Ia mengatakan, permasalahan yang terjadi di Pulau Obi cukup kompleks. harusnya bila ada sesuatu kejadian di obi mendapat respon dan tanggapan cepat dari DLH dan Ketua Komisi III DPRD ini tentu akan menjadi angin segar bagi masyarakat Obi. namun bagi Darwan justru menganggap pernyataan Ketua Komisi III dan Plt Kadis DLH sangat berlebihan.
Ia menilai sikap DLH dan DPRD Komisi III Halsel terkait tumpahan ferronikel tampak seperti pahlawan kesiangan.
Menurutnya, DLH dan DPRD Halmahera Selatan terlihat terlalu bersemangat dan berusaha sok peduli terhadap masalah lingkungan di Obi. tetapi bersembunyi saat peristiwa tumpahan ferronikel itu terjadi.
“tumpahan ferronikel bukanlah akibat kesengajaan. Tidak mungkin ada yang sengaja membuang hasil yang bernilai ke dalam laut,”Ucap Darwan dalam keterangan persnya, Senin (29/05).
Penyataan Komisi III dan Kadis DLH justu menimbulkan tanda tanya besar. mereka seharusnya memberikan solusi dalam mencegah kerusakan lingkungan, bukan bertindak berbelit-belit seperti pahlawan kesiangan.
“Jika DLH dan DPRD benar-benar peduli terhadap lingkungan di Obi, tentunya mereka tidak hanya berkomentar mengenai kasus tumpahan nikel,”Ungkapnya.
Ia justru menyayangkan sikap Plt Kadis DLH. Karena banyak permasalahan lingkungan di pulau Obi selama ini belum terlihat sosialisasi dari DLH.
Alih-alih membicarakan masalah lingkungan, soal tumpahnya ferronikel di laut, spontan DLH bagi Darwan seolah-olah tidak pernah terlibat dalam upaya sosialisasi ke masyarakat.
“Masih banyak masalah lingkungan lain yang perlu diperhatikan, seperti masalah sampah plastik yang tersebar di laut Obi. Tanggung jawab DLH terhadap pencemaran laut dan kerusakan lingkungan seharusnya juga menjadi perhatian serius. Selama ini, tidak pernah terlihat adanya sosialisasi dari DLH kepada masyarakat terkait masalah ini, tetapi kemudian mereka tampak bersemangat mengomentari masalah tumpahan feronikel,”Katanya.
Alumni Universitas Karya Dharma Makassar itu juga mencibir keanehan yang terjadi saat DLH dan DPRD Halsel bersinggungan langsung dengan pemodal atau investor.
Sebagai Warga Obi lanjut dia berharap, keseriusan serta perhatian dari Pemda terkait dalam menyediakan fasilitas pembuangan sampah. baik tempatnya maupun unit angkutannya.
Karena itu bagi Darwan, Masih banyak masalah yang perlu di perbaiki, bukan hanya menghabiskan waktu dengan kasus tumpahnya Ferronikel di laut Obi.
“Tentunya kami berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap masalah lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Obi.bukan memberikan pernyataan yang tidak melahirkan solusi seperti DLD dan DPRD,”Tukasnya.(Red)









Komentar