PB FORMMALUT Desak DPP Golkar Sanksi PAW Agriati Yulin Mus

Nasional304 Dilihat

Malutterkini.id– Buntut skandal percakapan tidak etis Ketua Komisi II DPRD Maluku Utara, Agriati Yulin Mus, Pengurus besar Forum Mahasiswa Maluku Utara (PB-FORMMALUT) di Jabodetabek menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPP Partai Golkar, Senin 11 Maret 2025.

Dalam orasinya, Kordinator Aksi Reza A Syadik menyampaikan politik dan institusi kepolisian di Maluku Utara kembali tercoreng atas skandal percakapan tidak etis antara Ketua Komisi II DPRD Maluku Utara, Agriati Yulin Mus dengan Wakapolres Pulau Taliabu, Kompol Sirajuddin. Bahkan sudah beredar ke  publik setelah Diny Apriliani anak dari Wakapolres mengunggah rekaman percakapan di media sosial.

Reza menyetil isi dalam rekaman yang beredar, terdengar mengarah pada pembicaraan yang tidak pantas. Salah satu kutipan yang menjadi perhatian adalah pernyataan “Mau mandi lagi nggak pakai baju?” dalam konteks yang tidak wajar.

“Rekaman ini langsung menyebar luas dan memicu gelombang kecaman dari berbagai kalangan. Publik Maluku Utara merasa tercoreng dengan skandal yang melibatkan pejabat daerah, apalagi seorang wakil rakyat yang seharusnya menjadi panutan,”Ujar Reza.

Karena itu Reza menilai bahwa tindakan tersebut tidak hanya mencoreng nama baik DPRD dan kepolisian, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap politisi asal partai golkar.

“Ini bukan sekadar pelanggaran etika, ini sudah masuk ke ranah amoral! Bagaimana mungkin seorang pejabat daerah dan aparat kepolisian terlibat dalam percakapan seperti ini? Partai Golkar harus segera mengambil sikap!”.

Hebatnya, Kapolda Maluku Utara tidak tinggal diam. Dalam waktu singkat, langsung mencopot Kompol Sirajuddin dari jabatannya sebagai Wakapolres Pulau Taliabu. Langkah tegas ini mendapat apresiasi luas, menunjukkan bahwa institusi kepolisian tidak mentoleransi perilaku yang mencoreng nama baik institusi.

Namun, publik kini menantikan langkah dari Partai Golkar melalui Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Apakah partai akan menindak tegas Agriati Yulin Mus, atau justru melindungi kadernya dari sanksi?

Seiring dengan pencopotan Wakapolres, desakan agar Agriati Yulin Mus dikenakan sanksi PAW semakin menguat. Jika partai tidak segera bertindak, bukan tidak mungkin citra Golkar di Maluku Utara akan semakin terpuruk.

PB-FORMMALUT juga mendesak agar Badan Kehormatan DPRD segera mengusut skandal ini. Jika terbukti melanggar kode etik dan norma moral, maka PAW adalah sanksi yang paling layak diberikan.

“Jika Partai Golkar diam saja, maka publik akan menilai partai ini melindungi kader yang jelas-jelas telah mencoreng marwah lembaga. Kita akan menunggu akankah Ada Sanksi Nyata ketika aduan laporan PB-FORMMALUT JABODETABEK suda masuk di DPP Partai Golkar,”Ungkapnya.

Kasus ini lanjut reza, menjadi ujian besar bagi institusi politik, ingat bahwa Langkah Kapolda Maluku Utata sudah jelas menjadi cerimanan baik.

“Sorotan PB-FORMMALUT JAOBDETABEK tertuju pada Partai Golkar dan DPRD Maluku Utara. Akankah mereka menunjukkan sikap tegas dengan menjatuhkan sanksi PAW terhadap Agriati Yulin Mus? Ataukah, seperti banyak skandal politik lainnya, kasus ini akan berlalu begitu saja tanpa konsekuensi,”Pungkasnya.(*)

Komentar