SK Bodong di MAN 1 Halsel mencuat ke Publik, Integritas Kepala Kemenag Halsel Disorot

Malutterkini.id — Dugaan tenaga honorer fiktif (SK Bodong) di sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Halmahera Selatan yang ikut dalam seleksi
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kementerian Agama (Kemenag) Halmahera Selatan memantik reaksi publik.

Ketua DPC Gerakan Pemuda Marhaenisme Dewan Pimpinan Cabang (GPM ) Halmahera Selatan, Harmain Rusli menyebut mencuatnya tenaga honorer fiktif di MAN 1 Halsel tentunya menguji integritas kepala kementrian agama (Kemenag) Halsel, Drs.La Sengka La Dadu.

Harmain menduga SK bodong ini adanya kong kali kong antara pihak Kemenag, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 dan peserta PPPK.

Mestinya kata Hermain, kemenag mengambil langkah tegas bila mana terbukti harus dibatalkan.

“Kemenag Halsel harus ambil langkah tegas, segera telusuri bila ditemukan dibatakan,”Tegas Hermain sembari mengatakan transparansi merupakan prinsip utama setiap proses seleksi untuk memastikan tenaga pendidik telah memenuhi kriteria dan syarat sesuai ketentuan seleksi PPPK. (*)

Komentar